Mungkin ada di antara kamu yang bertanya-tanya:

"Wanjaay, itu bisa sixpack abis gitu sehari-harinya ngapain aja ya"

Ada? Pernah?

Kita secara tidak sadar mungkin beranggapan bahwa orang yang bertubuh sixpack itu ngegym terus setiap hari sampai-sampai karena terlalu sibuk mengurusi otot mereka, otak mereka jadi terabaikan.

Maka kemudian, inilah yang menjadi stigma di masyarakat kita: Orang bertubuh atletis itu terlalu sibuk untuk menjadi pintar, selain minum tolak angin lho ya ngoahaha…oke baik.

Buat mereka mungkin asupan otot lebih penting daripada asupan otak.

No no no tunggu dulu, kamu mungkin mulai menerka-nerka akan ke arah mana tulisan ini. TIDAK. Tidak, ini bukan berarti orang yang bertubuh sixpack itu bodoh. Meskipun sepertinya cukup logis untuk membenarkan pernyataan bahwa orang yang bertubuh sixpack itu bodoh.

Tapi coba kita balik.

Bagaimana jika ada orang yang pintar, cerdas, berintelektual, berwawasan luas, articulate, punya gelar PhD di bidang Fisika Quantum, dlsb.

Coba kamu bayangkan satu figur yang secara 'software' memiliki kualitas seperti yang disebutkan di atas, tapi secara 'hardware' seperti Chris Heria.

Atau gini deh, coba bayangkan:

'Elon Musk yang berada di dalam tubuh Chris Heria'

Sepertinya too good to be true, bukan?

Gambar dari google pics

Sepertinya iya. Tapi efek negatif dari berolah raga bukan itu.

Kita semua tahu bahwa "kawanan burung hanya bergerombol dengan sesamanya"

. Orang akan amat sangat terkejut ketika mendapati pembicara di suatu forum, dengan tubuh seperti Chris Heria, mampu menjelaskan dengan panjang lebar bagaimana cara membuat terowongan di dalam perut kota San Francisco dan memastikan tidak ada satupun gedung diatasnya yang akan runtuh karena getaran seismik yang dihasilkan dari pengeboran tersebut.

Stigma bahwa orang pintar itu terlalu sibuk untuk membentuk badan yang sixpack itu sulit sekali dihilangkan di masyarakat kita. Padahal, ada begitu banyak atlet yang cerdas luar biasa, ada begitu banyak dokter dan mahasiswa PhD yang bertubuh atletis.

Bayangkan apa yang terjadi dengan mereka di kehidupan sehari-hari? Mereka harus bekerja ekstra keras untuk meyakinkan orang lain bahwa mereka juga mumpuni (capable) dalam bidang keahlian mereka, hanya karena mereka tidak ada potongan seperti orang-orang yang pintar itu.


Baca Juga