Malaysia Sudah Industrialisasi, Indonesia "Nyaman" SDA.

Perbandingan perekonomian antar satu wilayah dengan wilayah lainnya tidak bisa mutlak didasarkan satu faktor seperti antara lebih tua atau lebih muda. Walaupun Indonesia merdeka di tahun 1945, sedangkan Malaysia merdeka di tahun 1947. Malaysia sendiri kondisinya hampir sama dengan Indonesia sebelum 1970an yang masih di dominasi sektor sumber daya alam. Namun, keunggulan dari Malaysia adalah mereka lebih “peka” terhadap peluang dan solutif mengatasi permasalahan dalam negeri ketimbang Indonesia.

  • Pra 1970an perekomian Malaysia masih didominasi komoditas ekspor bahan-bahan mentah, seperti Karet, Timah, Minyak Sawit, Minyak Bumi dan Gas Alam, serta Kayu.

Komoditas Karet di Malaysia

  • Kondisi tenaga kerja di Malaysia termasuk relatif murah tapi berpendidikan.
  • Kondisi mata uang Ringgit Malaysia relatif stabil serta,
  • Kondisi politik relatif stabil.

Namun, pasca 1970an muncul beberapa masalah di Malaysia.

  • Perekonomian Malaysia yang awalnya di dominasi sumber daya alam sebagai komoditas ekspor, kemudian terjadi penurunan produksi disektor tersebut. Seperti pertanian, kehutanan dan perikanan. Terjadi kekhawatiran karena awalanya sektor ini menjadi keunggulan. Ditambah, permintaan atau minat dari tenaga kerja di Malaysia terhadap sektor pertanian menurun karena lebih tertarik bekerja di perkotaan. Alhasil, beberapa produksi dan cadangan dalam negeri menurun seperti produksi beras berkurang mengakibatkan Malaysia memilih mengimpor dari Thailand.
  • Dari sektor kehutanan, sebelum tahun 1970an produksi kayu di Malaysia terbilang besar. Namun, karena mulai munculnya deforestasi hutan di beberapa kawasan seperti Sarawak dan Sabah, produksi kayu pun menurun. Guna membatasi ekspor kayu gelondongan yang tadinya sebagai komoditas ekspor, diganti menjadi kayu lapos dan furniture.

Produksi Kayu Polos dan Furnitur

  • Kemudian, dari komoditas ekspor unggulan lainnya seperti Timah, juga mengalami penurunan produk akibat menipisnya endapan alluvial, meningkatnya biaya produksi penambangan dan harga jual di pasar timah global yang tidak menentu.

Pertambangan di Malaysia

  • Selain permasalahan produksi sumber daya alam, ada juga permasalahan bahwa adanya ketimpangan distribusi kekayaan. Berawal dari permasalahan minoritas Cina dan Asia Selatan lebih mendominasi ketimbang orang Melayu dan kelompok adat.

Dominasi Minoritas Cina dan Asia Selatan

Beberapa strategi yang dilakukan Pemerintah Malaysia.

  • Strategi Restrukturisasi Sosial dan Ekonomi. Dengan tujuan untuk mencapai keseimbangan pertumbuhan ekonomi dan redistirbusi kekayaan. Dengan stategi ini untuk memberikan kesempatan ekonomi kepada mereka orang Melayu dan kelompok adat untuk mengembangkan keterampilan manajemen dan kewirausahaan. Tahun 1970–1980an bisa disebut sebagai privatisasi besar-besar dari sector public, seperti perkerata-apian nasional, maskapai penerbangan, pabrik mobil, telekomunikasi, dan perusahaan listrik. Strategi ini dibagi ke dalam beberapa kebijakan seperti:
    1. Kebijakan Ekonomi Baru (New Economy Policy) dan
    2. Kebijakan Pembangunan Baru (New Development Policy).

Kandungan kebijakan – kebijakan tersebut seperti memprioritaskan pengembangan di sektor manufaktur dengan cara mengganti produk impor dengan produk buatan local. Dan menjadikan sektor manufaktur sebagai penyumbang perekonomian Malaysia (hamper sepertiga) dari PDB. Serta meningkatan kesempatan pekerjaan lebih tinggi dibanding gabungan sector pertanian dan pertambangan.

  • Selain itu, dilakukan strategi meningkatkan ekspor manufaktur dengan cara pembentukan sejumlah zona perdagangan bebas, seperti memberikan fasilitas bea masuk untuk impor bahan mentah dan suku cadang setengah jadi serta insentif investasi dan ekspor sebagai perangsang Kawasan industri yang telah didirikan di beberapa negara bagian yang kurang berkembang

Pabrik elektronik di zona perdagangan bebas di Pulau Penang, Malaysia.

  • Setelah strategi peningkatan industri berat seperi sektor manufaktur, kemudian bergeser ke industry kecil dan menengah yang memproduksi suku cadang local. Tujuannya untuk memproduksi secara mandiri yang tidak hanya memproduksi barang terbatas pada tahap perakitan.

Industri Otomotif di Malaysia

  • Dari sector keuangan, operasi perbankan dengan berdasarkan prinsip keuangan Islam diperbolehkan. Dan saat ini Malaysia terkenal dengan the biggest of Islamic Economic Country.
  • Pembangunan infrastruktur di semenanjung Malaysia dan Malaysia Timur, seperti Jalan Toll dan jalan sekunder khususnya di Kawasan industry. Kemudian, terhubungnya jaringan system kereta api yang terhubung dari ujung selatan (menghubungkan ke Singapura) ke utara hingga perbatasan Thailand. Serta Pembangunan monorel dan kereta ekspress telah dibuka di Kuala Lumpur sejak 1996. Kemudian, sekitar tahun 1990an, Malaysia sudah melakukan pergantian bahan bakar rumah tangga dari kayu dan arang menjadi gas dalam kemasan.

Malaysia Railway Network

Bagiamana dengan Indonesia?

Sumber: World Bank Open Data

Dilihat dari data diatas, strategi Pemerintah Malaysia untuk bisa memproduksi barang lokal dan tidak hanya sebatas merakit, terlihat hasilnya setelah 1970an yang cenderung ekspor sektor manufaktur lebih dominan ketimbang impor. Sedangkan, di Indonesia impor di sektor manufaktur masih cukup tinggi. Diawal 1990an Indonesia masih menargetkan sektor pertanian untuk swasembada pangan. Sedangkan, Malaysia sudah mulai melakukan industrialisasi.

Sumber: World Bank Open Data

Faktor-faktor yang masih layak untuk diperbandingan antara Indonesia dan Malaysia sebetulnya masih banyak. Namun, beberapa faktor diatas cukup kuat bahwa sebenarnya Indonesia masih "nyaman" dengan "melimpahnya sumber daya alam". Mungkin bisa saja, ketika produksi komoditas sumber daya alam di Indonesia akan habis, kondisinya akan sama dengan Malaysia. Yaitu memulai Industrialisasi. Tapi, mugkin Indonesia sudah jauh tertinggal dengan Malaysia yang sudah dimulai sejak 1970an.


Baca Juga