Jika kanal/mediamu non-profit (sama sekali tidak mendapatkan uang yang biasanya dari sponsor/iklan Google) itu tidak masalah. Biasanya ini bagi orang-orang yang hanya memakai media tersebut untuk sharing informasi, blog pribadi melepas uneg-uneg, dsb. Jika dapat iklan pun (pakai sesuatu yanga ada hak ciptanya) biasanya akan mengalir ke pencipta asli konten tersebut (misalnya di Youtube, seperti menggunakan lagu-lagu yang ada hak ciptanya).

Jika kanalmu profit (monetized) di sini lah kamu harus ekstra hati-hati, panjang urusannya. Barang potongan lagu 1–5 detik pun jika kamu menggunakan lagu orang lain yang berhak cipta, maka pendapatan iklannya otomatis terklaim (oleh sistem) dan dikirim ke pembuat lagu tersebut. Youtube, Instagram, Facebook 'kejam' banget soal ini dan tidak pandang bulu siapa pun! Saya dulu pernah mengalaminya 1–2 kasus, capek-capek bikin durasi video belasan menit dan pakai potongan lagu orang cuma 5 detik, tapi saya tidak dapat seperak pun darinya. Kapok!

Itu tidak termasuk risiko jika kanalmu besar dan sangat populer (banyak views dan subs). Wah yang punya konten asli (kalau tega dan niat) bisa menyeretmu ke meja hijau dan kamu bisa rugi material+immaterial habis-habisan (dunia memang kejam soal ini, percaya deh).

Mending langganan (berbayar bulanan/tahunan) ke website yang memang menyediakan lagu-lagu berkualitas dan dilindungi risiko klaimnya (selama subscribe/berlangganan dan unggahan videonya selama masa subscribe ya). Selain video saya makin keren karena lagu-lagu yang memang keren profesional (semua jenis lagu&suara efek ada asal bukan dangdut/tradisional Indonesia karena belum ada yang bikin hehe), tapi tidak diklaim hak ciptanya karena saya sudah membaca teliti TOS (Terms Of Service) cara menggunakan jasa penyedia lagu berbayar tersebut. Banyak kok website yang menyediakan jasa ini (pasti dari luar negeri). Beberapa channel di Soundcloud, Youtube, dsb juga ada yang memberikan lagu-lagu tanpa hak cipta (dan sebagian tetap berkualitas+keren, kamu harus rajin hunting).


Baca Juga