Bisa dibilang ini adalah museum sekaligus salah satu pabrik rokok Sampoerna yang cukup bagus tempatnya, ada dua atau tiga Rolls-Royce tahun 1990'an dipajang dan juga ada tempat pameran mini lukisannya. Tapi tentu yang saya simak dari museum ini, ada beberapa foto anak - anak atau generasi kedua keluarga dari Liem Seeng Tee, di foto tersebut mereka sedang tampak merokok.

Entah benar atau tidak, tapi saya yakin memang mereka juga perokok, tapi sebatas perokok sosial saja macam saya dulu. Maksudnya? Ya merokok kalau mungkin lagi nongkrong bersama orang terdekat atau sedang rapat membahas bisnis, bukan perokok aktif macam tukang becak yang harus merokok setiap hari dan kalau tidak merokok sekali bisa keringat dingin.

Tapi mungkin juga tidak semua anggota keluarga atau pemilik sahamnya sendiri merokok selalu, saya pernah lihat di Youtube ada wawancara dengan salah satu penerus Sampoerna yang diwawancarai pakai bahasa Inggris. Katanya dirinya tidak merokok karena yang merokok hanya orang yang tidak bisa membaca saja, maksudnya mungkin tidak membaca konsekuensi kesehatannya.

Entahlah, saya sendiri bukan kerabat pemilik Gudang Garam, Djarum, atau Sampoerna, jadi hanya bisa mengkonklusikan dari pengamatan pribadi. Tapi walaupun mereka perokok aktif, setidaknya tidak segila masyarakat kelas menengah ke bawah yang memang sedihnya menganggap rokok sebagai hiburan atau kepuasan duniawi yang paling mudah mereka nikmati.


Baca Juga